''

Kepri Butuh Tenaga Ahli Bidang Pariwisata dan Kelautan

Jumaga Nadeak saat menerima kunjungan mahasiswa Fisipol Umrah diruang kerjanya, Selasa (25/7).

Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak saat menerima kunjungan mahasiswa Fisipol Umrah diruang kerjanya, Selasa (25/7).

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak mengatakan bahwa saat ini Kepulauan Riau (Kepri) membutuhkan banyak tenaga ahli dibidang pariwisata dan kelautan. Oleh karena itu ia mendorong lembaga pendidikan Kepri mencetak tenaga pariwisata dan perikanan yang profesional.

Khusus lembaganya, Jumaga mengatakan pengembangan sekolah atau perguruan tinggi pariwisata saat ini masih terpusat di Pulau Jawa dan Bali. Akan tetapi pendirian perguruan tinggi tersebut juga harus hadir di wilayah Kepri.

“Kita harusnya memperbanyak fakultas bidang pariwisata dan perikanan. Jadi, anak-anak Kepri ini juga tidak harus keluar daerah untuk sekolah,” kata Jumaga saat menerima kunjungan mahasiswa Fisipol Umrah diruang kerjanya, Selasa (25/7).

Menurut Jumaga, tenaga pariwisata untuk memenuhi kebutuhan Kepri saja masih kurang seiring dengan perkembangan sektor industri pariwisata di tanah air.

“Semua daerah memiliki sektor pariwisata alam dan seni budaya, karena itu daerah-daerah terus berpacu untuk membangun fasilitas penunjang pariwisata, baik hotel dan restoran,” katanya.

Jumaga memaparkan, dengan semakin banyaknya fasilitas penunjang pariwisata dan kelautan tersebut tentu kebutuhan tenaga terampil dan profesional semakin banyak diperlukan.

Selain dua bidang ilmu tersebut, Jumaga melihat progam studi (Prodi) hubungan internasional juga diperlukan di Kepri ini. Letak Kepri yang bersinggungan langsung dengan negara-negara tetangga, membutuhkan banyak tenaga profesional di Kepri ini.

Berangkat atas kondisi ini, politisi PDIP ini mendukung langkah Umrah untuk menguatkan mahasiswa program studi Hubungan Internasional membina hubungan studi dengan negara-negara tetangga.

Ditempat yang sama, Dosen Fakultas Fisipol Umrah Dani Akbar mengatakan bahwa mahasiswa hubungan internasional rencananya akan melakukan studi banding ke negara tetangga. Dua negara yang rencananya akan dikunjungi yaitu Singapura dan Malaysia.

“Kami rencananya akan ke Singapura dan Johor 15 Agustus nanti. Nanti kita akan studi banding ke KBRI dan kampus-kampus disana,” kata Dani.

(*)

Baca juga :

Top