'

Kepala BC Tanjungpinang Siap Dicopot

– Terkait Dugaan Pemerasan Turis di Pelabuhan SBP

Duki, Kepala Bea dan Cukai Tanjungpinang

Duki, Kepala Bea dan Cukai Tanjungpinang

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Kepala Bea dan Cukai (BC) Tanjungpinang Duki Rusnadi mengaku siap dicopot dari jabatannya. Hal itu dikatakan Duki menjawab desakan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang yang sebelumnya meminta dirinya bertanggungjawab atas indikasi pemerasan sejumlah turis yang diduga dilakukan oknum petugas BC di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura (SBP) belum lama ini.

“Saya bertugas berdasarkan perintah dari atasan. Dimanapun saya ditugaskan, selalu siap. Terimakasih,” kata Duki singkat saat dikonfirmasi LintasKepri.com terkait permasalahan tersebut, Rabu (3/3).

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu mendukung pernyataan Kepala BC Tanjungpinang tersebut.”Jika tak bisa berikan sanksi yang tegas kepada anggota BC yang diduga peras turis itu, lebih baik mundur dari jabatannya,” kata Maskur.

Maskur membeberkan, desakan yang disampaikan Komisi I merupakan hasil dari keputusan rapat bersama. “Itu keputusan rapat. Dihadiri Pelindo, Bea dan Cukai, Imigrasi, Asita termasuk Kadin (Kamar Dagang Industri).

Dari hasil rapat tersebut, Maskur menyimpulkan, pimpinan BC diminta untuk memberi sangsi kepada anggotanya yang terlibat. “Jika tidak bisa memberikan sangksi terhadap anggotanya, maka Kepala BC Tanjungpinang itu di ganti,” tegas Maskur.

Seperti diketahui, DPRD Kota Tanjungpinang resah oleh ulah oknum petugas Bea dan Cukai Tanjungpinang yang diduga memeras wisatawan asal Singapura, beberapa waktu lalu.

DPRD pun kemudian memanggil pimpinan BC dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor DPRD Tanjungpinang Senggarang Senin (29/2) siang lalu.

Kasus ini pun menyita perhatian setelah heboh di media sosial. Mengingat, wisatawan itu mengunggah permintaan uang petugas BC tersebut dalam blog pribadinya.

Bahkan Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang, Ade Angga langsung berkomunikasi dengan wisatawan tersebut dan kemudian berinisitif menggelar RDP.

Anggota Komisi 1 DPRD Tanjungpinang Beni dalam forum tersebut mengatakan bahwa perilaku pegawai BC tersebut sangat memalukan dan membuat buruk citra pemerintahan Tanjungpinang.(aliasar)

Baca juga :

Top