''

Jumlah Penduduk Miskin di Kepri Meningkat

“Periode September 2015 sampai dengan Maret 2016, penduduk miskin di daerah perkotaan bertambah sebanyak 4692 orang, dari 83087 menjadi 87779 orang. Demikian pula di daerah pedesaan secara absolut mengalami pertambahan jumlah penduduk miskin sebanyak 886 orang,”

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, Panusunan Siregar

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, Panusunan Siregar

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan di Provinsi Kepulauan Riau selama periode September 2015 hingga Maret 2016 bertambah sekitar 5578 orang.

“Periode September 2015 sampai dengan Maret 2016, penduduk miskin di daerah perkotaan bertambah sebanyak 4692 orang, dari 83087 menjadi 87779 orang. Demikian pula di daerah pedesaan secara absolut mengalami pertambahan jumlah penduduk miskin sebanyak 886 orang,” papar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, Panusunan Siregar saat konferensi Pers di ruang rapat, Senin.

Dia menjelaskan, jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh garis kemiskinan, karena penduduk miskin adalah penduduk yang rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

Selama September 2015 sampai dengan Maret 2016, pertumbuhan garis kemiskinan sebesar 1,94 persen, yaitu dari Rp 480.812 per kapita per bulan pada September 2015 menjadi Rp 490.157 pada Maret 2016.

“Pada periode yang sama, garis kemiskinan daerah perkotaan tumbuh sebesar 1,84 persen dan di wilayah perdesaan pertumbuhannya sebesar 2,20 persen,” terangnya.

Dengan memperhatikan komponen Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM), terlihat bahwa peranan komoditas makanan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan.

Panusunan Siregar juga menjelaskan pada Maret 2016, peranan GKM terhadap GK sebesar 67,42 persen, sedangkan pada September 2015 peranan GKM terhadap GK sebesar 67,11 persen.

Didaerah perkotaan, peranan GKM terhadap GK terlihat meningkat dari 65,61 persen pada September 2015 menjadi 65,93 persen pada Maret 2016.

“Komoditas makanan yang paling penting bagi penduduk miskin yaitu beras. Pada Maret 2016, sumbangan pengeluaran beras terhadap GKM di perkotaan sebesar 23,34 persen, dan di perdesaan mencapai 31,81 persen,” katanya. (Afriadi)

Baca juga :

Top