''

Jelang Hari Guru Nasional, BPJS Kesehatan Gelar IVA

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang, Nur Indah Yuliati saat foto bersama.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang, Nur Indah Yuliati saat foto bersama.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Dalam rangka memperingati hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November 2016, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Tanjungpinang, menggelar pemeriksaan Inpeksi Asam Asetat (IVA) dan Papsmear bagi guru dan istri guru di Puskesmas Pancur Jalan Ir. Juanda, Kamis (24/11).

Kegiatan itu dicanangkan dalam Gerakan Nasional IVA Test/Sadanis yang dilakukan secara serentak di Kabupaten/Kota di Indonesia, secara langsung dibuka oleh Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul.

Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul, sebelum membuka acara mengingatkan agar para guru dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap bahaya kanker serviks.

“Periksalah kesehatan ibu-ibu secara rutin, gunakan kartu BPJS, jangan disimpan, kartu ini bisa untuk memeriksa semua jenis penyakit, termasuk deteksi dini kanker serviks dan IVA,” ajak Wakil Walikota ini.

Dikatakan Syahrul, saat ini penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama diseluruh dunia. Tahun 2012 tercatat 8,2 juta kematian disebabkan oleh kanker, seperti kanker paru, hati, perut dan kolorektal. Sementara kematian tertinggi setiap tahunnya adalah kanker payudara.

“Kanker payudara menyerang kaum perempuan, diperkirakan kasus kanker baru sebanyak 831.000, dan jenis kanker terbanyak adalah kanker serviks dan payudara,” paparnya.

Berdasarkan GLOBOCAN tahun 2012, lanjut Syahrul, kanker serviks menduduki urutan ke-7 secara global dalam segi angka kejadian. Urutan ke-6 negara berkembang, dan urutan ke-8 sebagai penyebab kematian.

Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul.

Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul.

Di Indonesia kanker serviks menduduki urutan ke 10 dari kanker terbanyak berdasarkan data patologi anatomi tahun 2010 dengan insiden sebesar 12,7 persen.

“Menurut Departemen Kesehatan RI, saat ini jumlah wanita penderita kanker serviks berkisar 90-100 kasus per 100.000 penduduk dan setiap tahun terjadi 40 ribu kasus kanker serviks,” katanya.

Untuk Kota Tanjungpinang deteksi dini kanker serviks telah dilakukan sejak tahun 2014. Dimana telah diperiksa 77 wanita usia subur, 1 orang positif IVA.

Untuk 2015 diperiksa sebanyak 797 wanita, 25 orang positif dan telah dirujuk, sedangkan 2016 hingga November ini, telah diperiksa 939 wanita usia subur, 28 positif dan telah di rujuk ke rumah sakit.

“Karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini, dengan memeriksa kesehatan secara rutin, dan melakukan aktivitas olahraga serta berperilaku pola hidup sehat,” tutup Syahrul.

Ditempat yang sama, Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi Kepri, Hj. Noorlizah Nurdin Basirun menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada guru yang telah memberikan peningkatan pendidikan, khususnya peningkatan generasi bangsa.

“Mudah-mudahan guru selalu sehat guna meningkatkan profesi dan mutu pendidikan,” kata istri Gubernur Kepri Nurdin Basirun yang merupakan WNI Singapura ini.

Sedangkan menurut Kepala BPJS Cabang Tanjungpinang, Nur Indah Yuliati mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya promotif dan prefentif dalam menyediakan pelayanan deteksi dini leher rahim melalui pemeriksaan IVA atau papsmear.

Gerakan Nasional Deteksi Dini IVA test/sadanis bagi guru Indonesia, menargetkan jumlah peserta yang diperiksa sebanyak 200 orang. Terdiri dari guru perempuan, guru negeri, swasta, dan istri guru di masing-masing Kabupaten/Kota.

Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November 2016, Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja, juga bekerjasama dengan BPJS Kesehatan menyelenggarakan kegiatan yang sama serentak di seluruh Kantor Cabang BPJS Kesehatan dan pencanangan dilaksanakan di 10 titik lokasi yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Berdasarkan data per 31 Oktober 2016, terdapat 294.943 jiwa penduduk (Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Lingga, Natuna, dan Kepulauan Anambas) yang telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS pada BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang.

Terdapat total 86 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bermitra dengan BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang, terdiri atas 49 Puskesmas, 5 Dokter Praktik Perorangan, 1 Dokter Praktik Gigi Perorangan, 16 Klinik Polri dan Klinik TNI, 15 Klinik Pratama.

Selain itu, BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang juga telah bekerjasama dengan 10 Rumah Sakit, 17 Apotek, serta 6 Optik yang tersebar di 5 Kabupaten/Kota tersebut. (Iskandar)

Baca juga :

Top