'

Ini Kata Dewan Tentang Kunjungan Wisatawan China Ke Tanjungpinang

Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanjungpinang, Ade Angga.

Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanjungpinang, Ade Angga.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Turis asing asal China dipastikan pada 17 Desember 2016 mendatang, berbondong-bondong mengunjungi Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang.

Sekitar ratusan orang akan datang ke kota ini menggunakan maskapai Citilink, mendarat di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang. Tujuannya melihat pariwisata yang ada di Tanjungpinang dan Bintan.

Penerbangan perdana itu juga resmi dibuka melalui Bandara RHF, dengan rute Tanjungpinang-Guangzhou dan sebaliknya, pada tanggal tersebut.

Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanjungpinang, Ade Angga meminta pihak terkait melakukan pengawasan terhadap wisatawan mancanegara (wisman) asal negeri tirai bambu itu guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Yang datang nanti itu masih bersifat carter flight dan belum reguler flight yang menggunakan maskapai Citilink,” kata Ade Angga di DPRD Tanjungpinang.

Kata dia, point tentang kedatangan wisman asal Tiongkok itu sudah dibahas saat coffee morning beberapa waktu lalu di Polres Tanjungpinang bersama Kapolres, Sekda, Kejari, Danlanudal, Dandim, Kepala Imigrasi, Kepala Bea Cukai dan Kepala PN Tanjungpinang.

Angga menilai turis yang melakukan kunjungan ke Tanjungpinang adalah kategori kerjasama dengan resort yang ada di Bintan.

“Perlu jadi catatan bahwa turis tidak ada cargo. Jadi murni membawa orang,” tegasnya.

Angga meminta pihak Imigrasi melakukan pengawasan terhadap orang-orang yang datang tersebut.

Disatu sisi, kata dia, harus menyambut baik karena dapat menambah perekonomian Tanjungpinang meskipun ada dampak yang kemungkinan bisa terjadi.

“Jangan sampai visa yang digunakan mereka sebagai turis digunakan untuk hal-hal lain seperti menjadi tenaga kerja ilegal di Tanjungpinang, Indonesia,” tegasnya Ade Angga lagi.

Menurutnya, hal ini menjadi perhatian bersama SKPD dan FKPD di Kepri. Ade Angga menilai kunjungan tersebut adalah Bisnis to Bisnis.

“Ini Bisnis to Bisnis sebetulnya, contoh kerjasama dengan pihak maskapai dan pihak resort,” ungkapnya.

Kalau pun ada dampak negatif yang mungkin timbul, sambung Ade Angga, itu sudah menjadi perhatian aparat penegak hukum.

Ia memberitahu bahwasanya ada permintaan dari Kepala Imigrasi saat coffee morning yakni meminta memfasilitasi ruangan khusus atau ruangan masuk yang baik.

“Saya kira Pemerintah Kota Tanjungpinang mempunyai inisiatif dengan mengundang stakeholder terkait,” katanya.

Selaku wakil rakyat, Ade Angga sangat mendorong wisman untuk berkunjung ke Tanjungpinang. Terhadap dampak negatif, kata dia, tak perlu terlalu phobia.

Karena dengan adanya penerbangan langsung dari China ke Tanjungpinang tentunya dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Disamping itu juga, Angga menyarankan, sebaiknya Pemko Tanjungpinang mempunyai program khusus supaya turis bisa “menghabiskan uang” di kota ini.

“Jangan hanya Tanjungpinang ini sebagai tempat lewat atau transit,” tutup Politisi dari Partai Golkar ini. (Iskandar)

Baca juga :

Top