'

Ini Jumlah Petugas Kebersihan Tanjungpinang Yang Belum Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Tanjungpinang, Almazuar Amal.

Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Tanjungpinang, Almazuar Amal.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Tanjungpinang, Almazuar Amal menyebut 600 petugas kebersihan di Tanjungpinang belum terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

“Dananya kurang, jadi tidak ditanggung,” kata Almazuar Amal melalui sambungan seluler, Kamis (13/10).

Kata dia, dinas hanya bisa membantu melakukan mediasi untuk mendaftarkan petugas kebersihan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, dan itupun menggunakan dana pribadi.

“Kalau mereka mau daftar pakai uang sendiri. Gaji mereka pakai ATM. Pihak dinas tak berani memotong gaji mereka. Jadi, mereka potong sendiri untuk daftar secara pribadi,” terangnya.

Almazuar Amal menjelaskan, gaji tukang sapu sebesar Rp1.300.000. Sedangkan upah sopir kendaraan pengangkut sampah senilai Rp1.800.000, dan untuk petugas yang mengangkat sampah senilai Rp1.500.000.

“Hanya kerja beberapa jam saja mereka. Seperti dari pukul 06:00-10:00WIB. Petugas kebersihan berstatus kontrak kerja,” katanya.

Hal senada juga diutarakan oleh Kepala Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Tanjungpinang, Muhammad Kurniawan. Ia menyebut petugas kebersihan di Kota Tanjungpinang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami sebelumnya sudah menyampaikan ke pihak Pemko Tanjungpinang. Tapi jawaban pihak Pemko terkendala masalah anggaran,” katanya, Selasa (11/10) kemarin. (Iskandar)

Baca juga :

Top