''

Ini Jumlah Dana CSR Pelindo Tanjungpinang Digulirkan Selama 2016

General Manager Pelindo I cabang Tanjungpinang I Wayan Wirawan.

General Manager Pelindo I cabang Tanjungpinang I Wayan Wirawan.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Selama 2016, PT Pelindo I (Persero) cabang Tanjungpinang – Bintan Provinsi Kepulauan Riau telah menggulirkan Dana Coorporate Social Responsibility (CSR) sekitar Rp700 juta.

General Manager Pelindo I cabang Tanjungpinang I Wayan Wirawan, Jumat (16/12) lalu menjelaskan, dana itu diberikan kepada sekitar 15 mitra usaha yang ada di wilayah kantor cabang Pelindo Tanjungpinang.

Bantuan pun diberikan bervariasi melalui program Bina Mitra CSR PT Pelindo I cabang Tanjungpinang dengan melihat skala usaha.

Selama ini, kata Wayan, Pelindo I Tanjungpinang mengalami kesulitan untuk menggulirkan bantuan mitra.

Hal itu disebabkan banyak dari pelaku usaha enggan melengkapi syarat untuk memperoleh bantuan, di antaranya jaminan sertifikat tanah.

“Padahal syarat yang kami minta serius untuk diperbantukan, dan dana kami ini digulirkan ke pelaku usaha benar-benar digunakan untuk usaha, bukan untuk konsumtif,” paparnya.

Syarat itu adalah sebagai bentuk memastikan bahwa pemohon bantuan benar pelaku usaha yang jelas dan siap untuk maju walaupun skala usahanya kecil.

Ke depan, Pelindo I cabang Tanjungpinang akan bersinergi bersama pemerintah daerah untuk fokus mengembangkan usaha kecil dan menengah di Kepulauan Riau.

Diwawancara terpisah dihari yang sama, penerima bantuan CSR Bina Mitra Pelindo, Isnawati Kasumi mengaku bahwa modal usaha yang diterimanya dari Pelindo sangat bermanfaat untuk mengembangkan usaha skala kecil dan menengah.

“Persyaratan yang diajukan dari Pelindo juga tidak sulit bila dibanding dengan perbankan,” ujar Isnawati.

Dirinya merasa terbantu dengan pinjaman modal dari Pelindo karena merupakan bentuk pinjaman lunak tanpa bunga.

Kata dia, bantuan modal itu sebaiknya bukan hanya dari Pelindo. Tapi, dari pemerintah daerah khususnya Kota Tanjungpinang kepada pelaku usaha kecil juga bisa melakukan hal yang sama.

“Karena untuk memulai usaha itu sangat sulit,” tutup Isnawati yang mengaku pemilik usaha Boutique di Tanjungpinang. (Iskandar)

Baca juga :

Top