''

Hotel CK Tanjungpinang Tenggelamkan Warga

-Air Genangi Pemukiman Warga Kampung Mekar Jaya

Tiga bocah warga Mekar Sari sedang menguras air di Masjid Al-Ma'ruf Senin (15/5).

Tiga bocah warga Mekar Jaya sedang menguras air di Masjid Al-Ma’ruf Senin (15/5).

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Pesatnya pembangunan di Kota Tanjungpinang ternyata tidak hanya memberikan dampak positif, namun juga memberikan dampak negatif kepada masyarakat.

Seperti pemukiman warga di Kampung Mekar Jaya, Kelurahan Tanjungpinang Timur, Kecamatan Tanjungpinang Timur terpaksa harus digenangi air, Senin (15/5) sore hingga malam hari, terlebih setiap kali hujan mengguyur daerah ini.

Diduga, genangan air tersebut karena minimnya daerah resapan, lantaran para pengusaha menimbun, guna melakukan pembangunan, semisal Hotel CK, dan beberapa pengembang perumahan lainnya.

Hal ini diakui Ario, salah satu warga kampung Mekar Jaya, Kelurahan Tanjungpinang Timur. Dirinya mengatakan air menggenangi rumah hingga tempat ibadah sejak sore tadi.

“Iya, banjirnya sudah dari sore tadi, ini kami sedang bereskan di Masjid Al-Ma’ruf bersama warga lainnya,” jelasnya melalui seluler kepada LintasKepri.com

Warga juga menjelaskan, air yang sering kali menggenangi  pemukiman tersebut, dikarenakan adanya penimbunan dan minimnya saluran pembuangan air (drainase,red).

“Iya, ini karena banyak yang menimbun, sebelumnya dak seperti ini,” ungkapnya.

Sejumlah warga juga menduga sejak dibangunnya Hotel CK, mengakibatkan pemukiman warga tergenangi air.

“Sebelum ada hotel itu kita (warga Mekar Jaya,red) gak pernah digenangi air, sekarang lihatlah,” ujar salah satu warga yang tak ingin namanya disebutkan.

Salah satu rumah warga Mekar Sari yang ikut terendam air yang diduga berasal dari Hotel CK, Senin (15/5).

Salah satu rumah warga Mekar Jaya yang ikut terendam air yang diduga berasal dari Hotel CK, Senin (15/5).

Senada disampaikan warga lainnya mereka juga menduga, genangan air tersebut lantaran adanya pembangunan perumahan namun tidak memperhatikan dampak lingkungan sekitar.

“Disana juga ada aktifitas penimbunan, banyak hutan ditebang, tanah digali dan ditimbun, tanpa ada melihat lingkungan sekitar, inikan bahaya untuk kita,” kata ibu rumah tangga itu, saat menguras air di halaman rumahnya.

Sebelumnya Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah sempat pernah mengingatkan kepada para pengusaha untuk memperhatikan dampak lingkungan (Hamdal,red) ketika akan melakukan pembangunan.

“Saya harap para pengusaha jangan seenaknya membangun tanpa memerhatikan dampak lingkungan yang ada. Jangan menebang, menimbun, dan menggali tapi tidak di tanam lagi. Penghijauan kembali itu sangat penting,” himbau Lis kepada para pengusaha beberapa waktu lalu.

Diketahui, di lokasi pemukiman warga Mekar Jaya masih digenangi air berwarna kekuning-kuningan, yang diketahui turun dari Hotel CK, dan alur air bekas timbunan. (Aji Anugraha)

Baca juga :

Top