'

Hore, Ada Becak Motor di Gedung Gonggong

Inilah Becak Motor di Gedung Gonggong yang akan difungsikan untuk mengangkut tourist lokal maupun mancanegara keliling Seputar Taman Laman Bunda.

Inilah Becak Motor di Gedung Gonggong yang akan difungsikan untuk mengangkut tourist lokal maupun mancanegara keliling Seputar Taman Laman Bunda.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Kendaraan Bermotor roda dua berbentuk becak (Becak motor) pengadaan dari Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang tampak hadir di taman Laman Boenda Tourism Information Centre (TIC) gedung Gonggong.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang, Juramadi Esram menuturkan, pengadaan di lakukan secara 4 tahap dengan total seluruh becak motor berjumlah 30 unit.

“Tahap pertama yang didatangkan baru 4 unit,” katanya.

Selain itu, sambung Juramadi Esram, kendaraan tersebut difungsikan untuk mengangkut tourist lokal maupun mancanegara.

“Wilayah operasinya berada di kota lama seperti pasar, area taman, dan nanti ada rutenya juga kita siapkan,” tuturnya.

Kata Juramadi, waktu tempuh becak motor sekitar 10-15 menit, dan tentunya setiap tourist baik lokal maupun mancanegara apabila menggunakan jasa becak motor akan dikenakan tarif biaya dalam bentuk karcis sesuai Peraturan Walikota (perwako).

Inilah Becak Motor di Gedung Gonggong yang akan difungsikan untuk mengangkut tourist lokal maupun mancanegara keliling Seputar Taman Laman Bunda.

Tampak dua oranag ASn Pemko Tanjungpinang mencoba Becak Motor di Gedung Gonggong.

“Tarifnya lagi disusun dan dibuat perwakonya. Sekarang lagi dibahas secepatnya sembari  menunggu arahan walikota serta perwakonya,” jelasnya.

Masyarakat umum, kata Juramadi dapat juga  merasakan becak motor, dan tetap dikenakan biaya.

Biaya dalam bentuk tarif itu bertujuan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tanjungpinang.

“Tarif lagi di pertimbangkan, mungkin Rp10 ribu sampai Rp15 ribu,” katanya.

Pengemudi becak motor  direkrut dari luar (pekerja).

Terkait siapa yang akan mengelola becak motor pengadaan Dispar ini, Juramadi masih mempertimbangkan hal itu.

Kata dia pengelola bisa dari BUMD Tanjungpinang, Unit Pelaksana Teknis (UPT) atau dari dinas.

“Ini lagi di pelajari,” ungkapnya.

Pengemudi becak motor tidak akan menerima uang, tetapi menerima upah bulanan sesuai upah minimum kota (UMK).

becak-motor-di-gedung-gonggong-3

Tampak dua oranag ASn Pemko Tanjungpinang mencoba Becak Motor di Gedung Gonggong.

“Kita berharap becak motor ini segera di operasikan. Jika perwakonya cepat selesai, segera kita fungsikan,” harap Juramadi.

Ia menilai masyarakat sudah tak sabar ingin menikmati tumpangan becak motor.

Karena berdasarkan pantauan dia di taman Laman Boenda pada hari ini Kamis (3/11) dimana 4 becak motor yang masih tahap percobaan itu masyarakat terlihat antusias.

“Sesuai arahan pak wali, becak motor harus standby di taman ini,” terangnya.

Jika perwako telah disahkan dan dikeluarkan oleh Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, becak motor mulai beroperasi  dari pukul 09:00 sampai dengan 21:00 WIB.

Sebagai informasi tambahan, pengadaan kendaraan ini bersumber dari APBD Kota Tanjungpinang.

Empat unit becak motor yang telah didatangkan  ini menghabiskan uang dengan total keseluruhan berjumlah  Rp40 juta lebih yang di pesan dari Gorontalo. (Iskandar)

Baca juga :

Top