'

Hanya Pekanbaru dan Tanjungpinang Untuk Area Sumatera Mendapat Pendampingan GIZ

Riono ,Sekda Tanjungpinang foto bersama tim GIZ (20/8)

Riono ,Sekda Tanjungpinang foto bersama tim GIZ (20/8)

Tanjungpinang, Lintaskepri.com – Pemko Tanjungpinang mendapat kunjungan ketiga dari Gesellschaft fur Internationale Xusammenarbeit (GIZ), kunjungan  Sebagai tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya, kali ini GIZ bekerjasama dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Bappeda Kota Tanjungpinang menggelar Seminar Urban Nexus, berupa Pelatihan Peningkatan Kapasitas Gugus Tugas Urban Nexus, bertempat di hotel Aston, Kamis (20/8).

kegiatan Urban Nexus merupakan kegiatan yang diprakarsai oleh GIZ dalam rangka mempromosikan implementasi praktis dari pendekatan, perencanaan, dan manajemen untuk mengelola sumberdaya perkotaan, khususnya dalam sektor energi, air, dan ketahanan pangan pada kota-kota di Asia dan salah satunya adalah kota di Indonesia. Kegiatan The Urban Nexus di Kota Tanjungpinang, dilaksanakan melalui kegiatan koordinasi infrastruktur ramah lingkungan, merupakan bagian dari program perencanaan infrastruktur perkotaan di Bappeda Kota Tanjungpinang.

Dalam mencapai realisasi pembangunan fisik, terlebih dahulu harus  dibuat desain mengenai perencanaan yang tepat. Desain serta pendanaan ditangani oleh tim dari GIZ, Sehingga Pemko Tanjungpinang bisa fokus mencari dana untuk pengerjaan fisik.

“Ini merupakan rangkaian dari beberapa pertemuan. Jadi tidak semua daerah di Indonesia mendapatkan kesempatan pendampingan GIZ. Untuk kita, area Sumatera hanya Pekanbaru dan Tanjungpinang. Senggarang sengaja dipilih menjadi lokasi proyek Urban nexus, karena termasuk dalam kawasan permukiman kumuh,” ungkap Riono ,Sekda Tanjungpinang.

Sebagai tahap awal, seratusan rumah di Senggarang akan menerapkan sistem tersebut. Diharapkan jika proyek tersebut berhasil dilaksanakan, maka masyarakat tidak membuang limbah langsung ke laut, melainkan ditampung untuk selanjutnya dimanfaatkan dengan baik.

“Limbah rumah tangga akan disedot, kemudian sampah tersebut akan dimanfaatkan sehingga memiliki nilai ekonomis,” ujarnya.

Seminar dan pelatihan ini diikuti oleh perwakilan dari SKPD pemko Tanjungpinang yang tergabung dalam Tim Urban Nexus, antara lain dari Bappeda, BLH, KP2KE, PU, serta dari Kecamatan Tanjungpinang Kota, serta kelurahan Senggarang.(Hum/Red)

Baca juga :

Top