''

Gubernur Dinilai Main-Main dengan Gugatan Pekat IB Kepri

DPW Pekat IB Kepri saat berfoto bersama dengan Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

DPW Pekat IB Kepri saat berfoto bersama dengan Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Dewan Pimpinan Wilayah Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (DPW Pekat IB) Provinsi Kepri, menyayangkan dan menilai sikap Gubernur Kepri Nurdin Basirun main-main terhadap gugatan Pekat IB sehingga tidak hadir di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang tanpa alasan yang jelas.

Hal tersebut disampaikan Edison AA Sutanto selaku Ketua DPW Pekat IB Kepri. Kata dia seharusnya Gubernur Kepri melalui Kuasa Hukumnya mengikuti agenda mediasi terkait gugatan Pekat IB atas kekosongan Wakil Gubernur.

“Pada sidang sebelumnya sudah diputuskan oleh Majelis Hakim, seharusnya pada Rabu (19/7) lalu, agenda mediasi. Akan tetapi mereka tidak hadir,” tegasnya.

Dikatakan Edi, persoalan yang digugat oleh Pekat IB hanyalah masalah kekosongan Wakil Gubernur Kepri dengan tujuan agar pelayanan terhadap masyarakat dapat berjalan dengan maksimal.

“Kita hanya minta supaya cepat memilih wakilnya agar roda Pemerintahan Provinsi Kepri bisa berjalan efektif, mengingat ini daerah kepulauan. Dengan penundaan proses gugatan di PN ini, ada dengan Gubernur,” tutur Edison.

Melalui Gugatan ini, Pekat IB hanya ingin Kepulauan Riau dipimpin oleh Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Sehingga amanat UU Pemda berjalan dengan baik.

“Sudah berapa tahun Kepri tidak memiliki wakil. Apakah amanat UU Pemda tentang pengawasan internal selama ini berjalan tanpa ada wakil Gubernur, kan tidak. Mengingat pengawasan, dan evaluasi terhadap OPD itu tugas Wakilnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua OKK Doni Yarzal mengaku geram dengan sikap Nurdin Basirun. Karena apa yang diagendakan oleh PN Tanjungpinang, Gubernur tidak menghargai itu.

“Yang digugat ini hajat orang banyak, masa Gubernur tidak peka terhadap persoalan ini,” kata dia.

Doni mengingatkan Nurdin Basirun untuk patuh terhadap Undang-Undang sebagai seorang pemimpin. Nurdin harus memberikan contoh yang baik bagi masyarakatnya.

“Kami menduga Gubernur ini mau memimpin Kepri sendiri. Ini berbahaya. Kenapa beliau diam-diam,” ucapnya.

Doni menegaskan jika pada agenda mediasi 02 Agustus nanti tak juga terealisasi, ditambah lagi pihak Gubernur Kepri tidak hadir, maka Pekat IB berencana mengerahkan kader untuk menggeruduk Kantor Gubernur Kepri di Dompak.

“Liat saja nanti. Kalau tidak datang juga, kami akan bergerak.” tegasnya.

(Iskandar)

Baca juga :

Top