Gagal Demo Kampus, Mahasiswa STAI MU Diajak Audiensi

– Ijazah Dalam Proses

Ratusan Mahasiswa STAI Miftahul Ulum Tanjungpinang, saat audiensi bersama pihak kampus, Rabu (11/5)

Ratusan Mahasiswa STAI Miftahul Ulum Tanjungpinang, saat audiensi bersama pihak kampus, Rabu (11/5)

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Rencana untuk menggelar aksi demonstrasi (Demo) dikampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Ulum (MU)Tanjungpinang, di batalkan pihak kampus dengan mengajak para mahasiswa dan alumni untuk berdiskusi (audiensi,red) di ruang perkuliahan kampus STAI MU, Jalan Kepodang IV Km. 11 Tanjungpinang, Rabu (11/5).

Dalam pertemuan itu, ratusan mahasiswa yang tergabung di dalam Forum Peduli STAI Miftahul Ulum (MU) Tanjungpinang, meminta tidak ada mahasiswa Non-muslim menimba ilmu di kampus mereka, layaknya mahasiswa muslim lainnya.

Disamping itu, ratusan mahasiswa yang juga alumni angkatan ke XIV dan XVIII mendesak agar pihak kampus mengurus percepatan ijazah wisudawan yang baru di wisudakan akhir tahun 2015 lalu, hingga saat ini ijazah mereka terancam tidak bisa keluar karena terkendala akreditasi kampus.

Didepan ratusan mahasiswa, hadir Ketua STAI Miftahul Ulum Tanjungpinang, Amir Husin, Wakil Ketua I Bidang Akademik, Suhardiman, serta Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan Nazaruddin.

Saat menjelaskan masalah yang tengah mereka hadapi, Amir Husin menambahkan, saat ini pihaknya sedang mengurus administrasi berbagai persyaratan termasuk soal regulasi dosen tetap, sebagai salah satu kendala yang menghambat akreditasi kampus belum bisa di keluarkan.

Selain menggesa kepastian itu, Amir Husin berjanji terus membenahi sarana dan prasarana pendukung di dalam kampus yang saat ini masih menjadi kendala untuk aktivitas perkualiahan. Pria yang juga menjabat  Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip daerah Pemprov Kepri, itu meminta agar mahasiswa tidak terpropokasi, terkait akreditasi kampus dan mengancam legalitas kampusnya, mengingat Oktober mendatang segala permasalah ini sudah selesai di bahas di Kopertais Wilayah XII Riau-Kepri,Pekanbaru.

“Mohon bersabar,insyallah Oktober sudah selesai,” pinta Amir.

Terkait kehadiran mahasiswa non muslim yang di minta keluar oleh sejumlah mahasiswa, Amir mengakui bahwa keteledoran dirinya, sehingga dia meminta agar mahasiswa memberikan toleransi terhadap mahasiswa non muslim tersebut, untuk tidak dipermasalahkan.

“Kita akui kelemahan ini, dan ini adalah yang pertama dan terakhir,” tukas Amir.

Suhardiman, menjelaskan bahwa kehadiran mahasiswa non muslim di STAI Miftahul Ulum ini sempat di permasalahkan di internal kampus.

Namun katanya, setelah mendapatkan rekomendasi dari Dirjen Pendidikan Tingi (Dikti) serta Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, pihaknya mengizinkan mahasiswa tersebut mengikuti perkuliahan hingga kini sudah berjalan satu tahun dalam jurusan Ilmu Bahasa Inggris.

“Saya sendiri menolak. Bahkan, mata kuliah saya yang bersangkutan saya selalu berikan nilai D,” tegasnya sambil mengakui, pihaknya dapat rekomendasi dari Dinas Pendidikan Tanjungpinang, bahwa mahasiswa Non Muslim boleh kuliah di kampus yang memiliki tiga Prodi Ilmu Pendidikan itu.

Ketua Alumni angkatan ke 17, Husin, mengharapkan kepastian informasi terkait kapan ijazah mereka bisa di keluarkan. Dia pun sangat menyangkan, mengapa sudah sampai satu tahun kehadiran mahasiswa non muslim masih belajar di kampus tersebut. Padahal menurutnya, sebelum mahasiswa bergabung, calon mahasiswa di tes ilmu fiqih serta harus bisa membaca Alquran.

“Kita pihak kampus mengusut tuntas masalah ini segera,” pintanya.

Ketua Forum Peduli STAI Miftahul Ulum Tanjungpinang, Riko menyampaikan, setelah mendengar hasil audiensi mereka bersama pimpinan Kampus.

Banyak hal yang belum bisa disampaikan, sehingga membuat mahasiswa dan sejumlah alumni mengaku kecewe atas jawaban yang tidak pasti dari pihak kampus tersebut.

“Besok (hari ini,red) kita mengajak seluruh keluarga besar kampus untuk turun bersama, mengusut masalah ini,” tukas mahasiswa Ilmu Bahasa Inggris tersebut. (Aji Anugraha)

Baca juga :

Top