'

Empat Hari Usai Diresmikan, Dinding Kaca Gedung Gonggong Retak

Kaca yang dijadikan sebagai dinding gedung Gonggong telah retak pasca diresmikan Menpar RI, Sabtu (29/10) kemarin.

Kaca yang dijadikan sebagai dinding gedung Gonggong telah retak pasca diresmikan Menpar RI, Sabtu (29/10) kemarin.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Pasca diresmikan oleh Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, Sabtu (29/10) kemarin, gedung Gonggong kini telah beroperasi seperti yang dicanangkan sebagai Tourist Information Centre (TIC).

Walaupun seumur jagung dan masih baru, berdasarkan pantauan langsung LintasKepri.com di lokasi gedung Gonggong, kaca yang dijadikan sebagai dinding gedung tersebut telah retak, dan hingga saat ini belum ada keterangan resmi penyebab dari retaknya kaca di gedung itu.

Dari pantauan, lantai 1 gedung gonggong ada 2 kaca yang retak. Sedangkan di lantai 2 terdapat 4 kaca yang retak.

Selain itu juga, beberapa keramik lantai di luar gedung Gonggong terlihat kurang rapat saat dipasang dan pada akhirnya mengeluarkan air.

Kaca yang dijadikan sebagai dinding gedung Gonggong telah retak pasca diresmikan Menpar RI, Sabtu (29/10) kemarin.

Kaca yang dijadikan sebagai dinding gedung Gonggong telah retak pasca diresmikan Menpar RI, Sabtu (29/10) kemarin.

Kemudian untuk lantai 2, tepat dibangunan Gonggongnya, terdapat meja plus sofa, lemari yang didalamnya terdapat buku, lukisan, dan AC Portable.

Sedangkan di lantai 1 terdapat meja receptionist yang bertugas menyarankan pengunjung untuk mengisi buku tamu, ruang tunggu dan Televisi yang menampilkan objek wisata yang ada di Kota Tanjungpinang.

Kabarnya juga di lantai 2 bangunan gedung Gonggong itu dijadikan sebagai tempat VIP, dimana tidak sembarangan orang dapat masuk. Hal ini juga dibenarkan oleh seorang petugas receptionist perempuan.

“Sebenarnya tidak boleh naik ke atas bang, itu mau dijadikan tempat VIP, dan bukan tempat umum. Berhubung saya datang terlambat, makanya masyarakat bisa naik ke atas,” kata seorang petugas receptionist perempuan tersebut di gedung Gonggong kepada LintasKepri.com, Rabu (2/11).

Dari keterangan plang informasi pengerjaan gedung tersebut, memang masih ada masa perawatan sebanyak 180 hari kalender atau sekitar 6 bulan. (Iskandar)

Baca juga :

Top