'

Direktur RSUD Bintan Angkat Bicara Terkait Masalah Uang Jasa Perawat

RSUD Kabupaten Bintan

RSUD Kabupaten Bintan

Tanjungpinang, Lintaskepri.com – Direktur RSUD Bintan, dr.Gama Esnaeni S.PA, akhirnya angkat bicara terkait uang jasa (Remunerasi) para perawat yang dirapel sejak Januari 2015 hingga kini belum dibayar oleh pihak RSUD Bintan.

Gama mengungkapkan penyebab terlabatnya uang jasa para perawat dikarenakan terhalang pada APBDP. “Dana itu harus disahkan terlebih dahulu oleh DPRD. Karena dana melalui proses hearing, jadi akan mengalami keterlambatan. Pihak pemprov juga tidak mengetahui mengapa bisa terjadi keterlambatan” ungkap dr. Gama melalui ponselnya, (18/09).

Gama menambahkan, dana jasa para perawat telah ada, kini tersimpan di Bank. Tetapi untuk mencairkan dana tersebut harus memalui hearing Dewan.

Gama membeberkan bahwasanya ia pun bingung akan permasalahan ini dikarenakan hearing.

“Biasanya bulan ini cair,” singkatnya.

Gama membantah keras, adanya desas desus dari perawat terkait dana tersebut digunakan untuk biaya operasional seperti pembelian obat.

“Kalau untuk pembelian obat, dananya murni dari APBN,” tegasnya.

Gama menilai perawat salah paham. “Apabila dana tersebut telah hearing dan ketuk palu (disahkan dewan), pasti akan dibayar,” paparnya.

Selain itu, sambungnya, bukan uang jasa perawat saja yang belum dibayarkan hingga saat ini. Bahkan, tenaga medis dan karyawan pun mengalami hal yang sama.

“Diperkirakan paling lambat sekitar Oktober akan dibayarkan, asalkan telah disetujui dan di sahkan oleh Dewan,” tutupnya.(Kdr)

Baca juga :

Top