'

Dinilai Tak Transparan, BKAD Minta Pasar Terpadu Tambelan Diaudit

foto : net

foto : net

Bintan, LintasKepri.com – Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau menilai proyek pasar terpadu di Tambelan tidak transparan.

Sehingga, aparat terkait maupun penegak hukum diminta untuk mengaudit perihal tersebut.

“Kami melihat proyek pasar terpadu ini tidak transparan dan sampai saat ini belum juga diaudit,” tegas Ketua BKAD Kecamatan Tambelan, Leo Ananda di Pulau Bintan, Jumat (30/9).

Beberapa waktu lalu, kata Leo, pernah dan sempat dibuat tim audit dari kecamatan. Tapi tak juga berhasil. Bahkan, Polisi juga sempat audit, namun belum jelas hasilnya hingga sekarang.

Selain itu, kata dia, pasar terpadu di Tambelan ini sepaket dengan proyek fisik kandang kambing yang terletak di Pulau Pinang dengan anggaran dari pusat senilai Rp 2 miliar. Kabarnya berasal dari program Peningkatan Kesejahteraan Keluarga melalui Pemberdayaan Masyarakat (PKKPM) Kementerian Pedesaan.

Leo juga menyebut bahwa dua proyek dalam satu paket tersebut masing-masing memakan anggaran yang tak tanggung-tanggung senilai Rp 1,83 miliar untuk pasar terpadu dan untuk kandang kambing senilai Rp 60 juta-an. Pembagian biaya tersebut setelah total anggaran senilai Rp 2 miliar dipotong biaya operasional 5 persen.

“Dilihat dari masa pengerjaan, seharusnya Maret 2016 atau paling lambat pertengahan tahun ini satu dari dua proyek tersebut yakni pasar terpadu seharusnya sudah serah terima dan beroperasi,” tegasnya.

Lebih jauh Leo menerangkan, berhubung belum juga ada kejelasan hingga saat ini, timbul kecurigaan terhadap proyek dari pusat ini. Karena mekanisme serah terima tidak dijalankan sebagaimana aturan yang berlaku.

Dan seandainya proyek tersebut tetap diserahterimakan, maka BKAD Kecamatan Tambelan akan mempermasalahkannya dengan alasan item mekanisme program tidak lengkap.

“Seperti nota pembelian material dari luar Tambelan yang tidak pernah dilampirkan maupun dokumen akhir proyek yang juga tidak ada,” tuturnya.

Sementara itu, pihak kepolisian setempat melalui Kapolsek Tambelan, Iptu Sopan yang dikonfirmasi melalui pesan singkat Whatsapp selulernya terkait proyek ini belum juga memberikan jawaban. Sementara pesan yang dilayangkan telah dibaca Iptu Sopan selaku orang nomor wahid di Kapolsek Tambelan. (Iskandar)

Baca juga :

Top