Dinas Kebersihan dan PU Belum Tanggapi Himbauan Camat

Sampah menumpuk di permukaan kolam resapan air di Jalan Perintis Kelurahan Sei Jang Tanjungpinang, Senin (12/10). Foto : SYAH

Sampah menumpuk di permukaan kolam resapan air di Jalan Perintis Kelurahan Sei Jang Tanjungpinang, Senin (12/10). Foto : SYAH

Tanjungpinang, Lintaskepri.com – Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Kota Tanjungpinang belum menanggapi himbauan yang dilontarkan Camat Bukit Bestari terhadap permasalahan sampah menumpuk didalam permukaan kolam resapan air di Jalan Perintis, Kelurahan Sei Jang, Kecamatan Bukit Bestari yang dikeluhkan warga sekitar guna dilakukan pembersihan.

Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tanjungpinang juga mendapatkan teguran mengenai pemagaran seputaran kolam dengan tujuan anak-anak tidak bermain di wilayah itu sembari menunggu pengerjaan berlanjut yang kini terhenti dikarenakan alat berat proyek digunakan didaerah lain di kota itu. Hal tersebut dibenarkan langsung oleh Ketua RW 1 RT 3 Sukiran Kuncung, ketika media ini melihat langsung ke lokasi, Senin (12/10) siang.

Sebelumnya, pada Jumat kemarin (9/10), Camat Bukit Bestari melalui sambungan selulernya mengatakan telah berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan dan PU untuk ditindaklanjuti permasalahan yang dikeluhkan warga tersebut.

“Mengenai masalah sampah di dalam permukaan kolam resapan air, saya meminta kepada Dinas Kebersihan Kota Tanjungpinang untuk dibersihkan secepatnya dan Dinas PU untuk melakukan pemagaran,” tegas Camat Bukit Bestari, Riwayat, (9/10) kemarin.

Menangani permasalahan timbulnya nyamuk yang ditakutkan warga akibat sampah menumpuk, Riwayat juga meminta kepada Dinas KP2KE agar di cari solusinya.

Sementara, Ketua RW 1 RT 3 Sukiran Kuncung, menuturkan bahwa sampai saat ini kolam resapan air belum juga dibersihkan dan dipagar. “Kemarin lurah Sei Jang bilang mau dipagar. Karena tiap sore anak-anak disini sering bermain di areal kolam. Takutnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mau dimarah anak orang!,” ungkapnya.

Sukiran Kuncung berharap kepada dinas terkait untuk merespon keluhan warganya. “Saya minta supaya sampah di kolam dibersihkan dan dipagar. Misalkan pegawai Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman tidak bisa turun kelokasi, serahkan kepada warga yang tidak memiliki pekerjaan dengan diberikan upah kerja,” anjurnya.

Hingga berita ini diunggah, media ini belum berhasil mengkonfirmasi Lurah Sei Jang, Bobby Satya Kifana terkait keluhan warga, begitu juga dengan Plt Dinas Pekerjaan Umum, Amrialis dan Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman, Ir. Almazuar Amal, dikarenakan tidak berada di kantor.  (Syah)

Baca juga :

Top