Diduga Memeras, Oknum Wartawan Gadungan Diamankan Polisi

Rombongan PWI Perwaklan Natuna, diterima Kompol Agung Surya P ,Wakapolres Natuna diruang kerjanya

Rombongan PWI Perwakilan Natuna, diterima Kompol Agung Surya P ,Wakapolres Natuna diruang kerjanya

Natuna, Lintaskepri.com – R Piliang, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) perwakilan Natuna,  bersama 4 orang anggotanya, berkunjung ke Markas Polisi Resor (Mapolres) Natuna, Kamis (30/07), sekitar pukul 10.00 WIB.

Rombongan disambut baik oleh Wakapolres Natuna, Komisaris Polisi (kompol) Agung Surya P, diruangan kerjanya.

Kedatangan rombongan PWI perwakilan Natuna, guna memberi dukungan kepada Jajaraan Polres Natuna, karena telah berhasil menangkap, oknum Wartawan gadungan beranisial MS, mengaku sebagai Wartawan, MS diduga telah melakukan pemerasan terhadap salah seorang Kepala Desa Limau Manis, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna, senilai Rp 200 Ribu .

Usai pertemuan, R Piliang kepada Lintaskepri.com mengatakan, sangat mendukung jajaran Polres Natuna, karena berhasil mengamankan MS, Wartawan gadungan diduga telah membuat resah warga Natuna.

“Kedatangan kami ke Mapolres Natuna ini, pertama silaturahmi, kedua memberikan dukungan kepada pihak Polres Natuna yang telah berhasil menangkap oknum wartawan gadungan, MS juga diduga telah memeras salah seorang Kepala Desa di Natuna. “kata R Piliang.

Sementara, Kapolres Natuna Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Amazon melaui Wakapolres Kompol Agung Surya P, dikonfirmasi LintasKepri.com, diruang kerjanya, mengucapkan terima kasih atas dukungan yang di sampaikan oleh rekan-rekan dari  PWI perwakilan natuna.

“Kami juga berharap kepada pihak PWI perwakilan natuna, untuk dapat bekerjasama dalam informasi kedepanya. Sebab Polisi kalau tidak dibantu oleh masyarakat dan rekan-rekan Pers, kami tidak dapat bekerja dengan maksimal,” ungkap Agung.

Kompol Agung Surya P, membenarkan, telah menangkap satu orang mengaku oknum Wartawan, berisial MS. Dia ditangkap bedasarkan laporan  masyarakat dari salah seorang Kepala Desa di Kecamatan Bunguran Selatan,  yang juga menjadi korban pemerasanya.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata MS bukan Wartawan disalah satu media, melainkan hanya mengaku-ngaku atau gadungan. Adapun  7 buah kartu Pers yang dikantongnya diduga palsu,” terang Agung.

Agung menambahkan, ketika penyidik menanyakan ke MS dimana kantor, siapa pimpinanya, MS tidak bisa menjawab. Untuk sementara pelaku diamankan untuk proses pengembangan lebih lanjut. (herman)

Baca juga :

Top