''

Desember Tanjungpinang Akan Didatangi Wisatawan Dari China

Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang.

Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – 17 Desember 2016 mendatang, Ibukota Provinsi Kepulauan Riau, Tanjungpinang akan didatangi ratusan wisatawan dari China.

Ini dalam rangka tes flight maskapai Citilink yang membuka jalur Tanjungpinang-China melalui Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF). Akan tetapi, untuk pengurusan imigrasi, pos di bandara itu masih belum representatif. Sehingga, jika ada kedatangan dari luar negeri masih on call.

Humas Imigrasi Tanjungpinang, Said mengatakan bahwa untuk pos/kantor memang telah disediakan oleh pihak bandara, namun dengan fasilitas seadanya.

Sementara dalam pengurusan masuknya wisatawan asing ke Indonesia harus benar-benar terintegrasi dengan sistem online. Hal ini tentunya menyulitkan bagi pihak Imigrasi.

“Tapi kita akan tetap bekerja secara profesional meskipun sekarang masih on call, karena kondisi kantor di sana (bandara,red) masih belum lengkap. Jadi kita menugaskan anggota untuk standby di bandara,” tutur Said saat dihubungi, Jumat (18/11).

Untuk melengkapi sarana dan prasarana di pos Imigrasi bandara, Said mengatakan akan dilakukan sambil berjalan.

Saat ini pihaknya juga belum berani untuk menghandle wisatawan dari bandara, pasalnya belum ada izin dari Kementerian Hukum dan Ham pusat untuk hal tersebut.

“Status bandara memang sudah Internasional, cuma kalau di Imigrasi harus ada pengajuan ke Kementerian, dan itu sudah dilakukan tapi belum dapat balasan dari pusat. Kami menunggu izin itu dulu baru action,” katanya.

Diwawancara terpisah, terkait izin tersebut, juga dibenarkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang, Juramadi Esram.

Ia mengatakan pihaknya sedang menunggu izin tersebut.

“Kami menunggu izin dari Kemenkumham itu, kabar terakhir keputusannya akan keluar minggu depan,” kata Juramadi, Jumat (18/11).

Kembali ke Said, mengatakan bahwa untuk izin dipastikan akan keluar. Akan tetapi butuh waktu sembari melengkapi persyaratan yang harus dipenuhi seperti trayek, jumlah pesawat dan jumlah penumpang, serta perlengkapan Imigrasi di bandara RHF.

“Nah untuk keluar izin sendiri kemungkinan dalam waktu sebulan sampai dua bulan, karena syaratnya itu harus terpenuhi dulu. Kalau tidak terpenuhi yang rugi maskapainya. Kalau kami tidak masalah, jadi makanya harus on call dulu sekarang sembari menunggu izin dan syaratnya sudah lengkap,” tegas Said.

Untuk penyambutan pertama ini, yakni kedatangan wisatawan asing tersebut, menurut Said akan menyibukkan pihak Imigrasi.

Mengingat pihak Imigrasi harus membawa bermacam alat guna proses imigrasi dibandara yang harus dilakukan nantinya.

“Karena ini on call, jadi kami bawa alat kami sendiri, karena alatnya belum ada di bandara,” tutupnya. (Iskandar)

Baca juga :

Top