Cegah Tuberkolosis, PKBI Kepri Gelar Diskusi Bersama Tokoh Masyarakat

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam saat memberikan pemaparan soal bahaya Tuberkolosis di Comfort Hotel, Rabu (23/8)

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam saat memberikan pemaparan soal bahaya Tuberkolosis di Comfort Hotel, Rabu (23/8)

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Upaya untuk memperkuat kapasitas penjangkuan di masyarakat mengenai pencegahan penyakit Tuberkolosis. Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kepulauan Riau menggelar diskusi penguatan kader dengan tema penanggulangan penyakit Tuberkolosis (TB), di Conford Hotel, Selasa (22/8).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB ini turut mengundang Tokoh Agama (Toga), Tokoh Adat (Toda), Tokoh Masyarakat (Toma), dan Instansi Pemerintah Kota Tanjungpinang.

“Dengan adanya diskusi ini, kita berharap para tokoh ini ikut berkontribusi dalam memberikan informasi terkait masalah penyakit Tuberkolosis, bersama para kader yang sudah dibentuk sebelumnya,” kata Kordinator Program TB Care Aisya PKBI Kepri, Tony Arconada disela-sela diskusi.

Tony menjelaskan melalui penjangkauan kader PKBI yang sudah dibentuk sejak Juli 2016 lalu, PKBI Kepri telah menemukan 4 (Empat) orang pasien penderita Tuberkolosis diseluruh Tanjungpinang.

“Dari saspek yang ditemukan kader saat ini, terdapat 4 orang yang sudah terhidap Tuberkolosis, saat ini didampingi kader untuk menjalani pengobatan sampai tuntas,” ujarnya.

Dari 48 kader yang sudah dibentuk itu, Tony mengatakan mereka akan didampingi Toda, Toga, dan Toma dalam memberikan masukan kepada masyarakat, mengenai penyakit TB ini.

“Para Tokoh sangat berpengaruh dalam memberikan pemahaman mengenai penyakit TB ini, dengan demikian masyarakat lebih mudah menerima masukan, dan lebih percaya diri untuk berobat” jelasnya.

Kegiatan yang akan dilaksanakan selama dua hari ini juga akan memaparkan materi Tuberkolosis, peran serta Tokoh dalam penanggulangan penyakit Tuberkolosis di Kepri khususnya Kota Tanjungpinang dan analasis stakeholder (Keterlibatan masyarakat).

“Dimana nantinya diharapkan dengan keberadaan Toda, Toga dan Toma dapat mendorong penemuan-penemuan terduga atau penderita TB tersebut, hingga melakukan pemeriksaan dan pengobatan di Puskesmas yang ada diseluruh Tanjungpinang secara gratis,” ungkap pengurus PKBI ini.

Dalam kegiatan tersebut juga diisi Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam. Dalam penjelasannya Rustam mengatakan TB merupakan penyakit yang sudah lama, sejak tahun 1800 an, demikian juga dengan penyakit metabolik itu, Tuberkolosis juga ikut masuk kedalamnya, semisal HIV.

“TB saat ini sangat mengancam dunia, dan saat ini kita berperan  untuk membantu mengatasinya,” jelasnya.

Sehingga lanjut Rustam menjelaskan, jika tidak segera dihentikan akan mengancam hidup manusia.

“TB menular langsung melalui udara, oleh karena itu kita harus menemukan orang yang terstigma dan keluar untuk membuka diri agar bisa diobati,” ungkapnya.

Para Tokoh yang diikutsertakan dalam sosialisasi dan diskusi ini, akan diberikan materi pemahaman TB hingga penangguhan dan pencegahan TB dini. (Aji Anugraha)

Baca juga :

Top