''

BPJS Ketenagakerjaan Lindungi Pekerja Rentan Pulau Penyengat

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Tanjungpinang, Jefri Iswanto.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Tanjungpinang, Jefri Iswanto.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Tanjungpinang menyerahkan bantuan berupa kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja di Pulau Penyengat yang rentan dengan resiko.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Tanjungpinang, Jefri Iswanto mengatakan, kartu perlindungan tersebut merupakan subsidi iuran untuk para tenaga kerja di Pulau Penyengat.

“Kami (BPJS Ketenagakerjaan-red) mensubsidikan iuran para pekerja di Pulau Penyengat sebesar Rp16.800 perorang, tenaga kerja rentan disini sudah kami lindungi,” katanya.

Iuran yang ditanggung BPJS Ketenagakerjaan ini terhadap tenaga kerja rentan resiko selama 2 bulan kedepan. Selanjutnya ditanggung oleh individu tenaga kerja sendiri.

“Kita melihat bahwa banyak sekali tenaga kerja rentan di Penyengat yang penghasilannya tak menentu,” ungkap Jefri.

Selain menyerahkan kartu BPJS tersebut kepada tenaga kerja, pihaknya juga melakukan sosialisasi Program Gerakan Nasional Lingkaran.

“Program ini merupakan program yang dibuat sebagai saluran untuk masyarakat atau perusahaan yang ingin menyumbangkan donasi dan membayarkan iuran tenaga kerja mandiri yang tidak mampu untuk membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan serta akan mendapatkan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan,” paparnya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Tanjungpinang, Jefri Iswanto saat foto bersama dengan Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah di Pulau Penyengat.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Tanjungpinang, Jefri Iswanto saat foto bersama dengan Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah di Pulau Penyengat.

Kata Jefri kegiatan ini tak hanya dilakukan di Pulau Penyengat, akan tetapi dilakukan di berbagai wilayah Kota Tanjungpinang.

“Nanti kita akan masuk ke kampung lain, agar pekerja rentan di Tanjungpinang terdaftar sebagai peserta BJPS Ketenagakerjaan,” tuturnya.

Jefri berharap dengan program ini, para tenaga kerja rentan resiko di Kota Tanjungpinang mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan agar terlindungi.

“Tak hanya masyarakat saja, perusahaan yang memiliki karyawan wajib mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS,” tegasnya. (afriadi)

Baca juga :

Top