''

BLH dan TCC Hanya “Cerita Kosong” Soal Pembatas Sirkulasi Udara

Inilah alat pembuangan Sirkulasi Udara di bangunan Tanjungpinang City Centre (TCC) yang dipasang disisi samping bangunan yang menimbulkan keresahan penghuni rumah di Perumahan D'Green City Kilometer 8 atas simpang masuk Jalan Dompak Raya.

Inilah alat pembuangan Sirkulasi Udara di bangunan Tanjungpinang City Centre (TCC) yang dipasang disisi samping bangunan yang menimbulkan keresahan penghuni rumah di Perumahan D’Green City Kilometer 8 atas simpang masuk Jalan Dompak Raya.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Penghuni perumahan elit D’Green City mengeluhkan adanya pembuangan sirkulasi udara dari bangunan Tanjungpinang City Centre (TCC) Matahari/Hypermart Departement Store.

Baca: Pembuangan Sirkulasi Udara TCC Ini Resahkan Penghuni Perumahan D’Green

Karena, dengan adanya benda tersebut yang dipasang tepat pada sisi samping bangunan TCC, disamping berpolusi, juga menimbulkan kebisingan suara.

Akibatnya, penghuni rumah yang berjarak hanya beberapa meter dari tempat sirkulasi itu dipasang resah dan merasa terusik.

Masalah inipun telah diadukan oleh penghuni rumah ke pihak Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) hingga ke pihak management TCC.

“Kita sudah turun, dan mereka (pihak TCC) menyanggupi untuk membuat tembok pembatas,” kata Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Tanjungpinang, Yuswandi ketika dijumpai di kantornya, Jumat (23/9) kemarin.

Baca: Warga Resah, Management TCC Sebut Pemindahan Sirkulasi Udara Tunggu Satu Tahun

Disamping itu juga, kata Yuswandi, pihak TCC akan memperbaiki dan memasang alat peredam pada bulan Oktober 2016.

“Kita akan cek lagi apabila mereka tidak melaksanakan,” tegasnya.

Inilah alat pembuangan Sirkulasi Udara di bangunan Tanjungpinang City Centre (TCC) yang dipasang disisi samping bangunan yang menimbulkan keresahan penghuni rumah di Perumahan D'Green City Kilometer 8 atas simpang masuk Jalan Dompak Raya.

Inilah alat pembuangan Sirkulasi Udara di bangunan Tanjungpinang City Centre (TCC) yang dipasang disisi samping bangunan yang menimbulkan keresahan penghuni rumah di Perumahan D’Green City Kilometer 8 atas simpang masuk Jalan Dompak Raya.

Sebelumnya juga, Manager Tanjungpinang City Centre (TCC), Sonny Sitto pernah mengatakan telah menawarkan kepada warga penghuni rumah untuk dibuatkan tembok pembatas dengan syarat tidak ada lagi komplen.

“Tawaran itu saya serahkan ke pihak pengelola dan pemilik rumah. Untuk sementara hanya itu yang bisa kami lakukan sampai masa waktu 1 tahun guna merubah sistem baru,” ungkap Sonny ketika di hubungi LintasKepri.com, Senin (19/9) lalu.

Baca: BLH dan TCC Kompak Soal Sirkulasi Udara, Penghuni Rumah Elit Mau Tak Mau Harus Terima Solusi Ini

Salah satu pemilik rumah yang terkena dampak langsung, Heri, ketika dihubungi LintasKepri.com melalui pesan Whatsapp memberitahu bahwa tembok pembatas yang dijanjikan oleh BLH dan managemet TCC hingga saat ini belum juga dibangun.

“Seperti yang saya lihat saat ini ya masih seperti sebelumnya, ini sudah bulan sebelas pak, belum ada tanda-tanda mau dibangun,” kata Heri melalui pesan singkat Whatsapp. (Iskandar)

Baca juga :

Top