'

Belum Sempat Beroperasi Lapak Cingkoko di Bongkar

Lapak di Pelantar KUD yang terindikasi untuk judi cingkoko di bongkar Satpol PP Tanjungpinang.

Lapak di Pelantar KUD yang terindikasi untuk judi cingkoko di bongkar Satpol PP Tanjungpinang.

Tanjungpinang, LintasKepri. com – Pihak Kelurahan Tanjungpinang Kota bersama Satpol PP, Bhabinkambtibmas Polisi dan TNI AD membongkar lapak yang terindikasi untuk perjudian jenis cingkoko di Pelantar KUD Tanjungpinang, Senin (16/1) sekitar pukul 15:00 WIB.

Lurah Tanjungpinang Kota Vinna Saktiani menuturkan, lapak tersebut sudah diperingatkan sebelumnya.

“Minggu yang lalu sudah kita peringatkan juga bersama-sama dengan anggota Satpol PP untuk membongkar sendiri. Bahkan sampai dua kali kita tegur agar pemilik membongkar sendiri,” katanya.

Namun, kata dia, pemilik yang diketahui bernama Edi ternyata bukan melakukan pembongkaran justru dibangun kembali.

“Tentunya itu menyalahi aturan,” tutur Vinna kepada LintasKepri di lokasi.

Dan ini, kata Vinna, sudah peringatan yang ketiga. Awalnya bentuk fisik lapak cingkoko memiliki terpal.

Lapak di Pelantar KUD yang terindikasi untuk judi cingkoko di bongkar Satpol PP Tanjungpinang.

Lapak di Pelantar KUD yang terindikasi untuk judi cingkoko di bongkar Satpol PP Tanjungpinang.

“Kita ada bukti foto pada awal turun pertama dan kedua ke lokasi. Sudah kita surati juga Satpol PP pertama dan kedua. Berhubung tak di gubris, kita eksekusi saja,” tegas dia.

Vinna menyebut pemilik yang bernama Edi juga tak memberitahukan tentang pembangunan lapak judi cingkoko.

“Karena belum beroperasi dan saya tak mau bermasalah di kemudian hari maka saya tertibkan,” terangnya.

Vinna mengetahui adanya lapak judi cingkoko dari informasi warga setempat. Warga memberitahu bahwasanya di lokasi ini ada indikasi dibangun lapak judi cingkoko.

“Setelah kita datang ke lokasi memang pemilik mengakui itu,” katanya.

Kata Vinna pemilik tak mengantongi izin.

“Pemilik memberitahu ke RW namun tidak masuk ke RW wilayah ini. RT pun tak memberikan izin karena bukan wewenangnya. Bahkan sekalipun lurah dan walikota juga tak memberi izin,” tegasnya.

Sekitar 20 satpol diterjunkan termasuk Bhabinkamtibmas Polisi dan TNI AD termasuk PPNS Satpol PP merobohkan lapak tersebut.

Vinna berterimakasih dan  mengimbau kepada masyarakat untuk memberitahu apabila ditemukan lapak judi cingkoko seperti ini lagi.

Ditempat yang sama, Jamri selaku RT 02 RW 12, membenarkan apa yang dikatakan sang lurah.

“Belum beroperasi, dan dibangun beberapa hari yang lalu,” katanya.

Sebelumnya juga, kata dia, sudah diperingatkan sampai dua kali.

Pemilik juga tak melapor kepadanya selaku RT setempat.

“Pemilik tak melapor ke saya,” tegasnya.

(Iskandar)

Baca juga :

Top