Bea Cukai Tangkap Barang Selundupan

–  Capai Milyaran Rupiah

Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri, Parjiya (tengah) Saat Memperlihatkan Barang Tangkapan

Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri, Parjiya (tengah) Saat Memperlihatkan Barang Tangkapan

Karimun, Lintaskepri.com – Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) Kantor Wilayah (Kanwil) Khusus Kepulauan Riau berhasil melakukan penangkapan terhadap sejumlah barang selundupan yang nilainya mencapai milyaran rupiah, Kamis (31/3).

Bertempat di Ruang Media Centre, Karimun, sekitar pukul 09.00 WIB, Kanwil DJBC Khusus Kepri saat press rilis dihadapan wartawan menjelaskan, adapun barang-barang yang berhasil diamankan yaitu bawang merah asal Malaysia, Handphone dari kawasan bebas Free Trade Zone (FTZ) Batam, dan rokok.

Penangkapan tersebut merupakan penangkapan Triwulan I di tahun 2016 yang dilakukan Kanwil DJBC Kepri.

Penindakan terhadap komoditi impor bawang merah sebanyak 7 kali, 1 kali penindakan terhadap komoditi FTZ, dan 1 kali penindakan terhadap komoditi rokok asal impor. Sedangkan untuk komoditi bawang merah impor asal Malaysia ini akan dibawa ke Bengkalis dengan berat kurang lebih 101.418,5 Kg, total nilai barang Rp 2.231.207.000,00, dan total kerugian negara ditaksir sekitar Rp 613.242.470,00.

Selanjutnya untuk penindakan terhadap Handphone kawasan FTZ Pulau Batam sebanyak 1.649 Accessories hingga Sparepart dengan total nilai barang Rp 4.478.265.00,00 dan total kerugian negara sekitar Rp 447. 826.500,00.

Untuk kategori cukai rokok merk Luffman sekitar 69.000 bungkus dengan perkiraan nilai barang Rp 483.000.000,00 dan potensi kerugian negara (cukai, BM, PDRI) yang ditimbulkan berjumlah Rp 663.435.00,00.

Inilah Bawang Merah asal Malaysia yang Diamankan DJBC Kanwil Kepri

Inilah Bawang Merah asal Malaysia yang Diamankan DJBC Kanwil Kepri

Adapun nilai barang secara keseluruhan dari 9 kasus penindakan tersebut senilai kurang lebih Rp 6,7 milyar dengan total kerugian negara sebesar Rp 1,8 milyar.

Dari wawancara yang dilakukan LintasKepri.com kepada Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri, Parjiya mengatakan, untuk kasus penyelundupan bawang merah dikenakan pasal 102 huruf a UU.No.17 Tahun 2006 sanksi yang dikenakan paling singkat 1 (satu) tahun penjara dan denda senilai paling sedikit Rp 50 Juta dan paling banyak Rp 5 milyar.

Selanjutnya untuk kasus Handphone diduga melanggar PP No.10 Tahun 2012 pasal 9 ayat (1) dan pasal 38 ayat (2) dikenakan sanksi administrasi paling sedikit Rp 10 Juta dan paling banyak Rp 100 Juta.

“Sedangkan kasus rokok melanggar UU No 39 Th 1995 tentang cukai pasal 50 dikenakan sanksi pidana paling sedikit 1 (satu) tahun penjara dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling sedikit Rp 50 Juta dan paling banyak Rp 5 milyar,” tutupnya. (zie)

Baca juga :

Top