''

Bawa Setengah Botol Air, Satpam Pujasera Rimba Jaya Usir Dua Pengunjung

Inilah Pujasera Rimba Jaya di Jl Gudang Minyak

Inilah Pujasera Rimba Jaya di Jl Gudang Minyak

Tanjungpinang, Lintaskepri.com – Hanya karena membawa setengah botol air putih biasa dicampur lemon yang dibawa dari rumah dengan tujuan ke Pujasera Rimba Jaya di Jalan gudang minyak Kota Tanjungpinang, Satpam bernama Joni tega mengusir dua pengunjung perempuan muda dengan inisial “E” dan “M” layaknya mengusir preman, sekitar pukul 19.30 WIB. Padahal dua pengunjung itu datang dengan tujuan ingin menikmati makan dan minum di pujasera tersebut.

Sebelumnya dua pengunjung itu telah memesan makan dan minum dengan pelayanan pengunjung memesan makan dan minum sendiri ketempat yang diinginkan di stan yang menjual aneka ragam makanan dan minuman. Setelah duduk sambil menunggu pesanan datang, tiba-tiba Satuan Pengamanan (Satpam) Pujasera yang bertugas mengamankan wilayah tersebut langsung menanyakan minuman yang dibawa oleh dua pengunjung berinisial E dan M dengan mengatakan minuman tersebut berasal dari mana. Kemudian dua pengunjung ini menjawab minuman dari rumah. Sang satpam sebut tidak boleh membawa minuman dari luar.

“Satpam bilang tidak boleh karena ada plang aturan yang telah dipasang oleh management pujasera Rimba Jaya yang terletak didalam, tapi saya tidak nampak bang,” kata dua pengunjung ini kepada Lintaskepri.com, Rabu (28/10).

Inilah Satpam Pujasera Rimba Jaya bernama Joni yang menghindar saat media mengabadikan fotonya, (28/10).

Inilah Satpam Pujasera Rimba Jaya bernama Joni yang menghindar saat media mengabadikan fotonya, (28/10).

Saat dua pengunjung E dan M menyebut mengapa apa tidak boleh, Joni sang satpam yang telah melakukan pengusiran menjawab tidak boleh.”Kalau botol Sanford isi air boleh,” ujar dua pengunjung menirukan perkataan satpam bernama Joni.

Selain itu, dua pengunjung menjelaskan bahwa sang satpam mengatakan dikenakan denda senilai Rp 5 ribu. Disaat dua pengunjung akan membayar denda itu, justru satpam bernama Joni mengusir dengan mengatakan “silahkan pergi dari sini” terkesan arogan.

“Setelah diusir, kami menanyakan nama satpam itu. Justru satpam menolak memberitahu namanya dengan alasan tidak punya nama. Setelah kami mencari informasi barulah dapat namanya,” terang dua pengunjung.

Akibat kejadian itu, spontan menimbulkan perhatian pengunjung lainnya. Karena E dan M selaku pengunjung merasa dipermalukan oleh satpam bernama Joni dikarenakan telah melakukan pengusiran.

Terpisah, Joni selaku satpam justru memberikan keterangan berbeda dan membantah keras bahwasanya telah melakukan pengusiran secara tidak hormat kepada dua pengunjung inisial “E” dan “M”.”Saya bukan usir bang, tapi saya bilang tidak boleh membawa minuman, karena ada plang larangan,” kilah Joni.

Sementara itu, teman Joni yang juga berprofesi sebagai satpam membenarkan bahwa larangan membawa minuman dari luar diperkuat dengan adanya plang larangan. Ditanya apakah larangan itu berlaku kepada semua pengunjung, teman Joni yang juga satpam mengatakan berlaku buat siapapun.

Apabila kepala daerah maupun pejabat melakukan hal yang sama yakni ketahuan membawa air dari luar seperti yang terjadi kepada pengunjung “E” dan “M”, satpam justru bingung.”kalau hal itu lainlah bang versinya,” ungkap satpam.

Salah seorang pengunjung bernama Chen yang sehari-harinya duduk di pujasera itu juga kesal dengan pelayanan disana.”Bukan sekali ini aja bang, kemarin waktu saya duduk sama teman saya mejanya kotor tak di lap. Terus kalau mau pesan makan dan minum harus sendiri lagi. Makanya sepi bang tidak seperti awal baru buka. Tak mau lagi saya duduk sana, bagus diakau potong lembu lagi murah, meriah, bebas dan pelayanannya memuaskan,” tutup Chen.

Agus selaku koordinator satpam (Security) mengatakan aturannya memang seperti itu.”Kalau kami salah, kami mohon maaf bang,” ungkapnya.(Syah/Budi)

Baca juga :

Top