Asep Jabat Dirut, Zonderfan Sebagai Direktur Operasional BUMD Tanjungpinang

Tim Pansel Direksi BUMD Tanjungpinang saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan, Sabtu (5/9). Foto: Kdr

Tim Pansel Direksi BUMD Tanjungpinang saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan, Sabtu (5/9). Foto: Kdr

Tanjungpinang, Lintaskepri.com – Dari Tiga nama kandidat terakhir yakni Asep Nana Suryana, Zonderfan dan Yudi Ramdani, Jabatan Direktur Utama (Dirut) BUMD Tanjungpinang dipegang Asep Nana Suryana. Sedangkan jabatan Direktur Operasional dipegang Zonderfan. Kedua jabatan penting itu berlangsung selama 3 tahun ke depan.

“Ini merupakan hasil dari tahapan kerja penseleksian sekitar 2 bulan. Sebelumnya ada 7 kandidat yang maju dalam tahap administrasi, enam orang lulus seleksi administrasi. Sedangkan satu orang gugur, dari hasil seleksi tim berikutnya, didapatlah tiga nama berpotensi” kata Zamzami A Karim, Jubir dari Tim Seleksi hingga penseleksian Direksi Jabatan BUMD Kota Tanjungpinang, Sabtu (5/9) siang.

Beberapa tahap, lanjut Zamzami, pengujian apakah bisa mengelola BUMD yang bermasalah. Karena BUMD dinilai tidur sebelumnya. Untuk itu, terpilihnya Asep Nana Suryana sebagai Dirut Baru dapat membangunkan BUMD dari tidurnya. Karena dinilai matang menghadapi persoalan.

“Yang terpilih cukup menguasai Anatomi permasalahan yang terjadi di BUMD Kota Tanjungpinang,” ungkapnya.

Kemudian, kata Zamzami, setiap tahunnya akan dilakukan evaluasi kerja. Lain lagi hal nya untuk rapat umum pemegang saham. “Kita akan memberikan rekomendasi lagi terkait target-target program yang harus mereka capai yakni per 6 bulan, jangan maunya terima gaji saja tapi tidak mau bekerja dan menghasilkan suatu program,” ujarnya.

Zamzami menegaskan, apabila evaluasi kerja dinilai buruk bisa saja jabatan yang belum mencapai 3 tahun di hentikan.

Sementara, Panitia Seleksi (Pansel), Robert Pasaribu mengungkapkan, sebelumnya Dirut BUMD hanya satu orang. Ketika terjadi permasalahan dan ditumpukan pada satu orang tentunya perusahaan akan menjadi korban.

“Dengan di pimpin dua orang tentunya dapat saling membantu,” ujar Robet.

Bambang yang merupakan perwakilan dari Tim Seleksi beranggotakan Mila dari Psikolog, Zamzami A Karim dari Pengamat Politik dan Syahrial dari unsur Legislatif, menuturkan bahwa dalam proses pemilihan tidak ada unsur berbau politik maupun campur tangan dari pihak lain.

“Kami (Tim Seleksi) dapat mempertanggung jawabkannya secara akademis. Ini merupakan murni hasil dari uji kompetensi baik secara akademis maupun kemampuan,” terangnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, penetapan ini melalui 4 tahap yakni administratif, tes tertulis, tes presentasi dan wawancara.(Kdr)

Baca juga :

Top