Angka Kematian Ibu dan Bayi Masih Tinggi Di Tanjungpinang

Pertemuan Pembelajaran Kasus Audit Maternal Perinatal (AMP) Kota Tanjungpinang, Selasa (22/9).

Pertemuan Pembelajaran Kasus Audit Maternal Perinatal (AMP) Kota Tanjungpinang, Selasa (22/9).

Tanjungpinang, Lintaskepri.com – Sebagai bentuk upaya percepatan pencapaian target Millenium Development Goals (MDGs), khususnya di bidang kesehatan, pemerintah memperioritaskan program-program dalam pembangunan kesehatan pelayanan kepada masyarakat untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia. Terkait dengan upaya tersebut, Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang menggelar kegiatan Pertemuan Pembelajaran Kasus Audit Maternal Perinatal (AMP) Kota Tanjungpinang.bertempat di Aula Bulang Linggi kantor Perpustakaan, Arsip Daerah dan Museum Kota Tanjungpinang, Selasa (22/9).

“Perlunya peningkatan sosialisasi tentang pentingnya kesehatan dan membuka wawasan  masyarakat karena kurangnya kepedulian masyarakat dengan kesehatan itu sendiri, fenomena yang terjadi di masyarakat, kesehatan dirasa penting kalau sudah terkena penyakit, dimana yang seharusnya pencengahan itu lebih baik dari pada mengobati,” ujar Lis Darmansyah, Walikota Tanjungpinang, mengawali sambutannya.

Lis menabahkan, dengan ini pemerintah perlu memberikan pemahaman tentang Audit Maternal Perinatal kegiatan penelusuran sebab kematian atau kesakitan ibu, perinatal, dan neonatal guna mencegah kesakitan atau kematian serupa dimasa yang akan datang. Pengkajian yang dilakukan harus menerapkan prinsip menghormati dan melindungi semua pihak yang terkait, baik individu maupun institusi.

”Sebagaimana dapat diketahui tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia disikapi pemerintah dengan memprioritaskan program-progran dalam pembangunan kesehatan terutama untuk mencapai Target Pembangunan Milenium (MDGs) 102/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015. Namun kenyataannya hingga akhir tahun 2014, Indonesia gagal mencapai target yang ditetapkan MDGs tersebut. Hal serupa juga terjadi di Kota Tanjungpinang, dimana AKI di tahun 2014 adalah 192,85/100.000 kelahiran hidup sementara sampai dengan bulan Agustus tahun 2015 AKI berada pada angka 110,68/100.000 kelahiran hidup, untuk Angka Kematian Bayi tahun 2014 sebesar 7,01/1000 kelahiran hidup atau sebanyak 40 kasus kematian, di tahun 2015 sampai dengan bulan Agustus AKB berada pada angka 5,53/1000 kelahiran hidup, berarti ada penurunan ditahun 2015, semoga kedepannya Kota Tanjungpinang dapat menekan lagi,” rinci Lis.

Semoga, lanjut Lis, acara pertemuan pembelajaran kasus audit maternal perinatal ini dapat memberikan masukan yang berharga dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, sehingga kematian dengan kasus-kasus serupa dapat dihindari dan meningkatkan kerjasama baik lintas sektor maupun lintas program, serta mendukung kegiatan P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Penanganan Komplikasi) yang meliputi, transportasi, donor darah, juga pemantauan wilayah kasus resiko tinggi, juga Rumah Sakit sebagai pelayanan rujukan hendaknya dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan mampu memberikan Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergency Komprehensif yang memiliki tenaga dengan kemampuan serta sarana dan pra sarana penunjang yang memadai dan berfungsi 24 jam.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang Rustam, SKM, M.Si menyampaikan laporannya, bahwa latar belakang diselenggarakannya kegiatan pertemuan pembelajaran kasus audit maternal perinatal (AMP) ini diilhami dari Walikota Tanjungpinang.

“Sebagaimana visi Walikota untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kota Tanjungpinang, yang mana visi itu diwujudkan dengan misi kegiatan dan program pemerintah  dengan dilaksanakannya program sosialisasi atau pertemuan sebagai pembelajaran dan pengkajian kasus-kasus yang harus di tanggulangi,” ungkapnya.

Rustam menambahkan, Juga sebagai wujud dari amanah undang-undang untuk melaksanakan standar pelayanan masyarakat sehingga penyebab kasus-kasus angka kematian ibu dan anak dapat menurun dengaan menditeksi, mengetahui permasalahan dan mencegahnya.

“Kepada BPJS saya harapkan khususnya ibu-ibu hamil agar dapat prioritas dan diberikan kemudahan dalam mendapatkan mengakses pelayanan kesehatan dalam rangka memuliakan kaum perempuan,” harap Rustam.

Pertemuan yang berlangsung 1 hari ini, diikuti oleh sekitar 70 peserta yang berasal merupakan praktisi kesehatan yang ada di Kota Tanjungpinang, antara lain tenaga kesehatan dari RSUD, puskesmas, kelurahan, klinik kesehatan, maupun perwakilan dari TP PKK.

Hadir dalam acara itu, Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat, Drs Ahadi, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang  Ahmad Yani. S.Sos,  MM, M.Kes, Direktur RSUD Propinsi Kepulauan Riau, Direktur RSUD Kota Tanjungpinang, Perwakilan TP PKK Kota Tanjungpinang, Direktur RSAL dr. Midiyato.S , Direktur POLTEKKES Kota Tanjungpinang, Kepala BPJS Kota Tanjungpinang, Camat dan Lurah serta Kepala Puskesmas se-Kota Tanjungpinang.(Hum/red).

Baca juga :

Top