AMPLI dan Mahasiswa Batam Tolak Kenaikan Tarif Listrik

Ratusan massa terlihat membakar sebuah keranda akibat Pemko Batam dan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun tak menanggapi orasi para pengunjuk rasa.

Ratusan massa terlihat membakar sebuah keranda di jalan raya akibat Pemko Batam dan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun tak menanggapi orasi para pengunjuk rasa, Jumat (17/3) di Batam.

Batam, LintasKepri.com – Ratusan massa dari Aliansi Masyarakat Peduli Listrik (AMPLI), mahasiswa, DPD Pekat IB dan ormas gabungan lainnya mendatangi Pemko Batam hingga Kantor Graha Kepri guna berunjuk rasa sambil membawa keranda bertuliskan “innalillahi DPRD dan nurani gubernur”, Jumat (17/3).

Dalam orasinya, para pengunjuk rasa menolak dengan tegas tarif dasar listrik Batam sekitar 45,4%.

Tampak dilokasi Pemko Batam beberapa gabungan ormas mulai panas dikarenakan Walikota Batam, M Rudi tak mau menjumpai pengunjuk rasa.

Merasa kesal dan bercampur amarah, ratusan ormas dan mahasiswa kembali bergerak ke Kantor Graha Kepri untuk menyampaikan aspirasinya. Akan tetapi tidak ada satupun yang menjumpai mereka untuk mendengarkan tuntutan yang disampaikan.

Digedung Graha Kepri para pengunjuk rasa terlihat telah hilang kesabaran dan mendorong pagar besi sambil menerobos masuk ke dalam untuk menjumpai Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

Karena tidak ditanggapi, akhirnya pengunjuk rasa membakar keranda di jalan raya sambil membubarkan diri.

(Efendy Tampubolon)

Baca juga :

Top