'

AMPB Soroti Tenaga Honorer dan TKA di Kabupaten Bintan

Ketua AMPB Kabupaten Bintan, Edi.

Ketua Aliansi Mahasiswa Peduli Bintan (AMPB) Kabupaten Bintan, Edi.

Bintan, LintasKepri.com – Aliansi Mahasiswa Peduli Bintan (AMPB), mendesak Bupati Kabupaten Bintan Apri Sujadi, memberhentikan tenaga honorer yang diduga diterima secara tertutup beberapa waktu lalu.

“Kami mendesak Bupati Bintan untuk memberhentikan seluruh tenaga honorer yang diterima secara tertutup itu. Hal ini juga dibenarkan didalam pasal 5 ayat 1 Perbup Bintan No. 29 tahun 2016 tentang tenaga honorer,” kata Ketua AMPB Kabupaten Bintan, Edi, Sabtu (2/12).

Selain itu, kata Edi, dinilai mencederai asas demokrasi dan keterbukaan. Bahkan sangat bertentangan dengan visi dan misi Bupati Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, saat kampanye dulu.

Ia menyebut Bupati Kabupaten Bintan Apri Sujadi, saat berkampanye dulu, menjanjikan menciptakan penyerapan lapangan kerja untuk anak Bintan. Hanya saja hal itu dinilai belum terlihat.

“Biarlah mereka berkompetisi. Karena tidak ada bedanya honorer ini dengan honorer yang dihebohkan pada tahun 2016 lalu,” tegas Edi.

Dia menjelaskan, tenaga honorer daerah dapat diberhentikan atau diberhentikan dengan hormat karena adanya kebijakan pemerintahan daerah terhadap evaluasi kinerja dan kompetensi.

Disamping permasalahan penerimaan tenaga honorer diduga diterima secara tertutup oleh Pemerintah Kabupaten Bintan, AMPB menyoroti maraknya Tenaga Kerja Asing (TKA) diduga ilegal di Cabana Resort.

“Bupati Bintan harus segera melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) keseluruhan lokasi pembangunan yang ada di Kabupaten Bintan serta memberikan sanksi tegas apabila terdapat TKA ilegal yang disebabkan baik itu kelalaian atau permainan oleh instansi terkait,” tegas Edi.

AMPB juga meminta kepada Apri Sujadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta sebagai aksi nyata dari pemberantasan TKA yang diduga ilegal.

Edi menilai Bupati Kabupaten Bintan kurang perhatian terhadap mahasiswa Bintan. Ia menegaskan Pemkab Bintan jangan menutup mata terhadap mahasiswa Bintan.

“Saya mengecam keras Bupati Bintan yang hari ini terkesan menutup mata terhadap mahasiswa Bintan. Dan saya minta kepada Apri Sujadi untuk segera mendata Mahasiswa Bintan berdomisili di Kota Tanjungpinang yang putus kuliah karena disebabkan permasalahan finansial,” paparnya.

Edi berencana menempuh jalur hukum jika itu untuk kepentingan rakyat.

(Iskandar)

Baca juga :

Top