'

Aliansi Mahasiswa Kepri Laporkan Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung UPTD

Aliansi Mahasiswa Kepri Laporkan Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung UPTD.

Aliansi Mahasiswa Kepri Laporkan Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung UPTD, Kamis (15/6).

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Belasan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kepri, menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau, Kamis (15/6) siang.

Dalam aksinya, Mahasiswa menuntut pihak Kejati untuk melakulan pengusutan dugaan Korupsi terhadap pembangunan Gedung UPTD Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepri Tahun anggaran 2014.

“Kami mendesak pihak Kejaksaan untuk segera melakukan pengusutan dugaan korupsi pembangunan Gedung UPTD yang dilaksanakan oleh PT. Eka Putra Sakti dengan nomor Kontrak : 01./35.09/SP/FSK/PU/APBD/IV/2014 Tanggal 14 April 2014 dengan nilai kontrak Rp6.323.255.000,” ungkap Bariansyah.

Dalam pembangunan tersebut, Mahasiswa menilai telah terjadi dugaan Korupsi. Sebab, sejumlah ruangan yang telah dikerjakan tidak sesuai dengan gambar bestek.

“Lokasi gedung UPTD sejatinya bukan berada di daerah itu. Melainkan berada di samping Dinas Kebudayaan dan Pariwisata,” katanya.

Belasan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kepri, menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau, Kamis (14/6) siang.

Belasan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kepri, menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau, Kamis (14/6) siang.

Setelah melakukan aksi unjuk rasa, perwakilan Mahasiswa langsung diterima oleh Asintel Kejati Kepri, Martono.

Bariansyah mengatakan, dalam pertemuan tersebut, pihaknya menyerahkan bukti dugaan korupsi dalam proses pembangunan Gedung PU Tahun 2014 dibawah kepemimpinan Heru Sukmoro.

“Tadi kami sudah menyampaikan data-data pendukung atas dugaan korupsi tersebut. Dan Pak Asintel berjanji usai lebaran akan mulai melakukan investigasi dan telaah atas laporan Mahasiswa tersebut,” ungkap Bariansyah.

Kata dia kasus UPTD ini akan terus dikawal dalam proses penyelidikan nantinya.

“Kami berharap transparan. Jangan ada yang bermain dengan pihak-pihak yang diduga terlibat itu,” tutupnya.

(red/Iskandar)

Baca juga :

Top