'

848 Ketua RT/RW di Tanjungpinang Terima Dana Insentif Triwulan I

848 Ketua RT/RW di Tanjungpinang Terima Dana Insentif Triwulan I

848 Ketua RT/RW di Tanjungpinang Terima Dana Insentif Triwulan I

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Sebanyak 848 Ketua Rukun Warga dan Rukun Tetangga (RT/RW) di Kota Tanjungpinang menerima dana insentif Triwulan I di Aula Bulang Linggi Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Tanjungpinang, Jumat (21/4).

Pembayaran insentif itu untuk bulan Januari sampai dengan Maret 2017 dari Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Adapun rincian Ketua RT sebanyak 680, dan Ketua RW 168 orang . Masing-masing RT dan RW menerima dana insentif sebesar Rp375.000/bulan, dengan total dana yang diterima selama 3 bulan sebesar Rp1.057.500 setelah dipotong pajak.

Insentif tersebut diserahkan secara simbolis oleh Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah.

“Sejak 2015, 2016 dan 2017 kondisi keuangan derah belum begitu baik. Sehingga, program kegiatan belum bisa di wujudkan secara menyeluruh. Kondisi ini tak hanya terjadi di Tanjungpinang bahkan secara nasional,” kata Lis.

Dengan kondisi defisit seperti saat ini, kata dia, pemerintah mengambil langkah-langkah bijak dalam menentukan program dan kegiatan yang menjadi pilihan terbaik.

“Tentu pemerintah tak ingin mengorbankan kesejahteraan pegawai atau kepentingan masyarakat. Karena itu kita memilih menunda beberapa program yang menjadi prioritas dari visi dan misi pemerintah 5 tahun kedepan,” terang Lis kepada seluruh Ketua RT/RW.

Lis-Syahrul tetap berupaya menyelesaikan masa jabatan dengan memberikan yang terbaik bagi masyarakat Tanjungpinang.

Lis menyinggung terkait retribusi perizinan seperti papan iklan, tower yang ada di wilayah RT/RW setempat. Kata dia dari banyaknya papan iklan dan tower tersebut, baru sebagian yang memiliki izin.

“Disinilah peran perangkat RT/RW untuk mengawasi pihak-pihak yang membangun tanpa izin di wilayah bapak/ibu. Sebagai perangkat yang secara de jure and de facto, bapak/ibu punya kewenangan untuk menegur pihak-pihak pengembang yang akan membangun di wilayah bapak/ibu. Dan bapak/ibu harus melakukan koordinasi kepada Lurah, Camat, maupun OPD terkait,” tegas Lis.

Selain itu, Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi perhatian. Mengingat pertumbuhan kendaraan roda dua dan empat semakin meningkat setiap tahun.

Untuk pertumbuhan roda dua mencapai 150 sampai dengan 200 unit setiap minggu. Sedangkan roda empat 40 sampai dengan 60 kendaraan per minggu. Sementara itu pertumbuhan jalan 1,75 Km.

“Dan kita punya keterbatasan lokasi lahan, hal-hal inilah yang perlu kita antisipasi, jika tidak kota ini akan mengalami kemacetan,” kata Lis.

Tak hanya itu, terkait masalah narkoba juga menjadi perhatian pemerintah. arena Tanjungpinang merupakan daerah yang seksi sebagai transit narkoba baik dari luar maupun dalam negeri.

“Hal ini terjadi karena masyarakat Tanjungpinang toleransinya sangat tinggi dan ramah. Meski demikian kita harus waspada terhadap orang-orang baru yang datang ke wilayah bapak/ibu, siapa pun itu, mereka harus melapor ke RT/RW sesuai indentitasnya. Kita harus antisipasi, kalau tidak akan merusak generasi bangsa kita”, tegas Lis.

(Iskandar)

Baca juga :

Top