18 ABK China Plus Kapal Ditangkap Warga Lingga

-di Perairan Pulau Biru

Inilah Kapal yang ditangkap warga Lingga

Inilah Kapal yang ditangkap warga Lingga

Lingga, LintasKepri.com – Sebanyak 18 orang Anak Buah Kapal (ABK) asal China beserta Kapal Motor (KM) Armada Salvage 8 berbendera Indonesia berhasil ditangkap warga desa Pulau Batang, Kabupaten Lingga diperairan Pulau Biru, Kabupaten Lingga, Sabtu (26/3)  sekira pukul 13.00 Wib siang tadi. Diduga, penangkapan itu terjadi lantaran warga setempat resah terhadap aktifitas yang dilakukan kapal tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun LintasKepri.com dilapangan, KM Armada Salvage 8 berbendera Indonesia dengan jumlah ABK 18 WNA asal China dan 1 orang dari Indonesia itu berada di titik koordinat 0′.19.872 N 104′.15.244 E di perairan Desa Pulau Batang. Diindikasikan, kapal tersebut telah melanggar izin operasi.

Sesuai izin yang mereka kantongi, kapal yang diketahui merupakan kapal penarik bangkai kapal itu seharusnya beroperasi di wilayah selatan Pulau Abang Batam.

Usai melakukan penangkapan, warga didampingi Kepala Desa (Kades) Pulau Batang langsung melaporkan kejadian itu kepada Bupati Kabupaten Lingga Alias Wello. Mendapatkan kabar tersebut, Bupati melakukan kroscek kelapangan guna memeriksa kelengkapan dokumen kapal.

Bupati Lingga Alias Wello mengecek dokumen kapal dan ijin diatas kapal yang ditangkap warga Lingga itu

Bupati Lingga Alias Wello mengecek dokumen kapal dan ijin diatas kapal yang ditangkap warga Lingga itu

Didampingi anggota Angkatan Laut (AL) Dabo plus Kepolisian Resort (Polres) Lingga, Wello turun langsung ke kapal melakukan pengecekan tersebut. Hasil sementara yang diperoleh, ternyata izin penggalian bangkai kapal yang dilakukan KM Armada Salvaage 8, tidak sesuai dengan yang dikerjakan mereka. Sehingga, Wello meminta aparat keamanan baik TNI AL maupun kepolisian untuk melakukan proses sesuai aturan hukum yang berlaku.

Disela-sela pengecekan itu, Direktur perusahaan kapal yang belum diketahui namanya melakukan komunikasi dengan nakhoda kapal yang ditangkap itu. Tujuannya, agar dapat dihubungkan dengan Bupati Lingga. Namun, secara tegas, orang nomor satu di Kabupaten Lingga menolak untuk berkomunikasi dan tetap meminta aparat keamanan memproses secara hukum.

Merasa tak dihiraukan, Direktur perusahaan kapal mencoba menghubungi Bupati kembali melalui Kades setempat. Akan tetapi, lagi-lagi Wello menolak untuk berbicara dengan yang bersangkutan.

Hingga berita ini diturunkan, Bupati Lingga didampingi Kapolsek Senayang dan anggota TNI AL Pos Cempa masih berada di lokasi kejadian. (Aliasar)

Baca juga :

Top